Maret 30, 2011

Duduk Lama Juga Bikin Nyeri Punggung


Walaupun kursi Anda mahal, nyaman dan ergonomis, namun kursi tersebut bisa berdampak buruk bagi punggung jika Anda terbiasa duduk seharian tanpa jeda.

Posisi duduk bukan cuma mengurangi sirkulasi darah ke bagian discus atau bantalan tulang belakang, tetapi duduk juga memberikan tekanan 30 persen lebih besar pada tulang belakang dibandingkan saat kita berdiri atau berjalan.

Karena itu jika pekerjaan mengharuskan Anda lebih banyak duduk, lakukan peregangan dan berjalanlah setiap satu jam.

Apa pun jenis kursi Anda, pastikan kepala Anda dalam posisi tegak, tidak menunduk ketika membaca atau mengetik. Hindari penggunaan bantal atau penyokong tulang belakang. Menurut Heidi Prather, spesialis rehabilitasi dan ahli bedah ortopedi, mengatakan penggunaan penyokong semacam itu tidak membuat perbedaan pada nyeri kecuali ditempatkan dalam posisi yang benar yaitu di bawah tulang belakang.

Terapi pijat atau penggunaan obat memang bisa mengurangi rasa nyeri tetapi jika sumber rasa nyerinya tidak diperbaiki, nyerinya akan terus datang lagi.

sumber :kompas

Maret 28, 2011

Rasa Gatal Bisa menular


Rasa gatal, seperti halnya menguap, mungkin bisa menular karena seseorang yang melihat orang lain menggaruk bagian tubuh yang gatal juga akan merasakan sensasi gatal. Demikian menurut studi terbaru yang dimuat dalam British Journal of Dermatology.

"Sejauh ini ada kemungkinan jaringan syaraf atau mekanisme di balik rasa gatal yang menular serupa dengan mekanisme menguap yang juga menular. Fenomena itu sampai saat ini masih terus dikaji," kata salah satu peneliti Gil Yosipovitch, ahli dermatologi.

Dalam penelitiannya ia melibatkan 14 orang sehat dan 11 orang yang menderita dermatitis atopik, peradangan pada kulit yang menyebabkan rasa gatal dan kulit memerah.

Para partisipan studi ini diberikan histamin, zat kimia yang menyebabkan gatal, atau pun saline, zat yang tidak menimbulkan gatal, yang diaplikasikan di bagian lengan. Histamin pada responden yang menderita atopik dermatitis diaplikasikan di area kulit yang tidak menderita ruam.

Seluruh partisipan dimonitor selama mereka menonton video singkat tentang orang yang sedang menggaruk kulit atau sedang bersantai.

Partisipan dari kelompok atopik dermatitis mengaku timbul sensasi gatal yang meningkat saat melihat video orang yang sedang menggaruk.

Walau begitu dari hasil penelitian awal ini belum bisa disimpulkan apakah rasa gatal itu memang menular.


sumber:kompas

Maret 27, 2011

Gangguan Makan Pada Anak

Gangguan makan pada anak tidak sekadar sulit makan, melainkan juga makan berlebihan dan pica (kebiasaan makan benda yang tidak bisa dimakan).

Gangguan makan yang terakhir cenderung dikategorikan sebagai masalah perilaku.


Penyebab

Ketiga gangguan makan ini disebabkan oleh faktor yang berbeda. Sulit makan disebabkan karena kecemasan; makan berlebihan disebabkan oleh self esteem yang rendah; sedangkan pica disebabkan oleh gangguan perilaku.

Sulit makan
Sulit makan cenderung dialami anak yang telah bersekolah (mulai dari usia TK). Semula Anda akan terlihat tidak berselera makan, dan lama-kelamaan akan menolak makan sama sekali. Kondisi ini akan menyebabkan anak mengalami kurang gizi. Penangan yang tepat, adalah:

Tidak memaksakan anak untuk makan sesuai waktu makan
Memperkenalkan beragam varian makanan
Memberikan suplemen makanan, dalam bentuk tablet (perlu dikonsultasikan pada ahli)
Bersabarlah, karena saat merasa lapar anak cenderung akan meminta makan.

Makan berlebihan
Makan berlebihan sesungguhnya tergolong kondisi yang lebih serius dibandingkan masalah sulit makan. Dampaknya adalah obesitas, yang berarti anak menghadapi risiko gangguan kesehatan lain. Pada awalnya masalah ini kerap diawali oleh presepsi yang keliru terhadap makanan, seperti; menerima makanan sebagai ungkapan kasih sayang. Penanganan yang tepat, adalah:

Menemukan penyebab anak makan berlebihan.
Selesaikan masalah tersebut dengan berkonsultasi pada ahli tumbuh kembang anak.
Bawa anak ke dokter spesialis untuk mengatur pola makannya.



Pica
Kebiasaan anak mengonsumsi berbagai jenis benda yang tidak lazim, dan tidak memiliki kandungan gizi, seperti; tanah, kapur, cat, kertas, dll. Hal ini terjadi karena kebiasaan anak mencoba-coba dan tidak disertai penjelasan, atau dibiarkan karena tidak diketahui oleh orang tua (orang dewasa yang mengasuh anak). Penanganan yang tepat, adalah:

Memperketat pengasawan anak
Memberi pemahaman pada anak tentang bahaya benda-benda yang dimakannya.


sumber :coneqtique

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post