Mei 12, 2011

Agar Kelapa Parut Tak Cepat Basi

Kelapa parut sering digunakan sebagai hiasan atau penambah rasa dalam berbagai hidangan. Kalau tidak berniat langsung menggunakan, sebaiknya olah kelapa parut terlebih dahulu supaya lebih tahan lama. Caranya seperti ini:











* Masak air dalam dandang hingga mendidih.
* Taburkan garam pada parutan kelapa. Kemudian aduk parutan kelapa hingga rata.
* Letakkan kelapa dalam wadah yang tahan panas, dan letakkan dalam dandang. Kukus kelapa parut selama 15 menit.
* Dinginkan parutan kelapa dan masukkan ke dalam kantong plastik bening yang bersih. Kalau berencana menggunakannya keesokan hari, simpan kelapa di lemari es.
* Tetapi jika belum tahu pasti kapan akan menggunakannya, simpanlah kelapa di freezer. Jangan lupa untuk mengukusnya kembali selama beberapa menit sebelum memasak.


Sumber: Majalah Sekar

April 30, 2011

Sikecil Tumbuh Gigi

Pertumbuhan gigi bayi tidak dibatasi oleh usia, setiap bayi mengalaminya di usia yang berbeda.

Namun hal yang penting diperhatikan adalah ketidaknyamanan bayi ketika tumbuh gigi. Sekalipun tak jarang ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi tanpa masalah apapun.

Umumnya gigi anak tumbuh pada usia 6 bulan, dan akan lengkap pada usia 3 tahun.


 


Gejala

Ketika gigi tumbuh, bayi menjadi gelisah, rewel dan kehilangan selera makan.
Gusi anak terlihat membengkak dan merah, pada bagian yang akan ditumbuhi gigi
Produksi saliva (air liur) anak menjadi lebih banyak daripada biasa

Solusi
Kompres gusi si kecil dengan benda yang dingin. Anda bisa merendam bite ring-nya dalam larutan es dan kemudian membiarkan si kecil menggigitnya.

Hati-hati!
Kebanyakan saat anak tumbuh gigi, ia mengalami demam. Kondisi ini tidak disebabkan oleh proses pertumbuhan gigi. Melainkan, saat gusi si kecil membengkak, anak cenderung ingin menggigit. Ia kemudian memasukkan berbagai benda ke dalam mulut. Jika benda tersebut tidak bersih, maka anak berisiko mengalami gangguan diare, dan demam akibat infeksi virus.


sumber :coneqtique

April 15, 2011

Breath-Holding Spells

Melihat si kecil tak sadarkan diri dengan wajah membiru memang sangat menakutkan. Tapi Anda tak perlu khawatir, karena kondisi ini tidak berbahaya.

Breath-holding spell adalah suatu kondisi ketika anak merasa kesakitan, marah ataupun ketakutan, sehingga Ia melepaskannya dengan menangis keras lalu menahan napas dan tidak bersuara.

Keadaan ini disebabkan oleh suatu refleks yang abnormal dan menyebabkan 5% anak menahan napas cukup lama hingga ia menjadi tidak sadarkan diri.

Tanda-tanda breath-holding spell:

Breath-holding spell tidak berbahaya dan bukan merupakan penyakit epilepsi. Serangan ini biasanya terjadi pada anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun dan menyerang ketika anak baru terbangun dari tidur. Umumnya dalam sehari bisa terjadi 1-2 kali, namun setelah si kecil berusia 4 tahun akan hilang dengan sendirinya. Breath-holding spell, ditandai dengan gejala sebagai berikut :

Si kecil menangis keras dan menahan napasnya.
Di sekitar mulutnya akan terlihat warna biru lalu tidak sadarkan diri.
Tubuhnya menjadi kaku dan beberapa kali terlihat bergerak seperti kejang.
Keadaan si kecil akan kembali normal dalam waktu kurang dari 1 menit

Bagaimana merawatnya?

Selama serangan. Anda tidak perlu panik karena serangan ini tidak berbahaya dan akan berhenti dengan sendirinya. Baringkan si kecil di atas tempat tidur. Dalam posisi terlentang rata, aliran darah ke otak akan membaik dan mungkin dapat mencegah timbulnya kejang. Letakkan kompres dingin di dahinya hingga ia sadar kembali. Catat lamanya serangan dan jangan memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.

Setelah serangan. Tenangkan dirinya sambil Anda memeluknya. Jangan memperlihatkan wajah panik dan ketakutan Anda pada si kecil.

Pencegahan trauma. Kondisi yang paling berbahaya adalah trauma pada bagian kepala. Bila saat serangan terjadi si kecil sedang berada di dekat benda-benda keras, segera baringkan dia jauh dari benda tersebut.

Apakah bisa dicegah?




Serangan ini tdak dapat dicegah bila disebabkan si kecil terjatuh atau dalam kondisi marah dan ketakutan. Namun Anda bisa menghindari si kecil agar tidak menjadi biru dengan mengalihkan perhatiannya. Peluklah si kecil dan perlihatkan sesuatu yang menarik padanya. Anak yang mengalami anemia lebih sering mengalami serangan ini.


Perlukah menghubungi dokter?

Meskipun tidak berbahaya, namun sebaiknya Anda harus tetap waspada. Segera periksakan kondisi si kecil ke dokter bila serangan terjadi lebih dari satu kali dalam seminggu dan berlangsung lebih dari satu menit. Pola serangan yang berubah juga perlu Anda perhatikan.


sumber :coneqtique

Mengatasi Gigi Berlubang

Kata penyanyi dangdut (almarhum) Meggi Z, lebih baik sakit gigi ketimbang sakit hati. Tapi Anda yang pernah merasakan sakit gigi pasti kapok kalau penyakit Anda ini kembali kambuh.

Sakit gigi identik dengan nyeri tak berkesudahan, disertai rasa pening dan sakit di sekujur tubuh. Bila gigi sudah terasa nyeri, jangankan bekerja, mengunyah makanan saja susah. Makanya, sakit gigi tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sakit gigi lazimnya dipicu gigi berlubang atau karies gigi. Jika lubang gigi telah sampai lapisan terdalam sehingga mencapai saraf gigi, siap-siap saja merasakan serangan ngilu dan nyeri di sekitar gigi.

Cara mengatasinya bisa dengan mencabut gigi yang berlubang. Begitu dicabut, dijamin nyeri gigi akan menghilang. Tapi, Anda bakal ompong karena terpaksa kehilangan gigi. Hal ini tentu akan mengurangi keindahan mulut.

Supaya tidak kehilangan gigi, Anda bisa memilih cara lain, yakni dengan menambal gigi yang berlubang tersebut. "Gigi itu aset berharga di mulut. Maka sebesar apa pun lubangnya, dokter gigi pasti memilih menambal ketimbang mencabut," kata Tri Erri Astoeti, pakar kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta.

Serang jantung dan otak

Namun, penambalan gigi tidak boleh terlambat. Sebab, proses kerusakan pada gigi yang sudah berlubang tidak bisa berhenti hingga ke lapisan dalam. Kerusakan gigi juga bakal menembus jaringan pulpa.

Ini adalah jaringan di bawah gigi yang berisikan saraf dan pembuluh darah. "Kalau sampai tahap ini bakal terjadi radang," kata Tri.

Efeknya bukan sekadar rasa nyeri. Bakteri dan kuman di mulut bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Termasuk, bisa singgah di jantung yang merupakan pusat sirkulasi darah. "Ini berpotensi menimbulkan kelainan jantung," kata Wityo Witjaksono, dokter gigi yang membuka praktik pribadi di Bintaro, Jakarta Selatan.

Kuman dan bakteri juga bisa menyerang otak. Selaput otak akan rusak sehingga timbullah meningitis. "Penyebab ini paling sering terjadi, makanya gigi harus segera ditambal," kata Wityo.

Meski penambalan gigi harus cepat, tapi tidak boleh dilakukan tergesa-gesa. Dokter harus memastikan, masih ada atau tidak kuman di dalam lubang gigi. Jika lubang tidak bersih, penambalan tidak akan maksimal. "Kotoran tetap merusak gigi," kata Tri.

Begitu juga ketika lubang gigi sudah menembus jaringan pulpa. Dokter akan terlebih dulu mengambil jaringan yang rusak dan membersihkan seluruh lubang dari bakteri dan kuman.

Selain itu, harus dipastikan gigi yang ditambal dalam keadaan kokoh. Kalau gigi sudah goyang, tidak bisa dilakukan penambalan. Sebab, gigi sudah mati dan harus dicabut.

sumber :kompas

April 10, 2011

Tips Memasak Rendah Lemak


Mengonsumsi makanan dengan kadar kolesterol tinggi sudah jadi hal yang dihindari oleh sebagian besar orang yang peduli terhadap kesehatannya. Umumnya makanan yang berasal dari hewan mengandung lebih banyak lemak dan kolesterol dibandingkan dengan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. 

Mengetahui cara memasak agar bebas lemak dan kolestrol serta menyeleksi jenis makanan yang dikonsumsi, adalah salah satu cara untuk mengurangi kadar kolesterol yang masuk dalam tubuh Anda.



Berikut caranya:


  1. Lebih sering mengolah makanan dengan cara memanggang dan menggunakan oven. Sebaiknya minimalkan memasak dengan cara menggoreng.
  2. Jika terpaksa menggoreng, gunakan minyak yang sehat, seperti; minyak jagung, minyak sayur atau minyak zaitun. Gunakan juga jenis minyak tersebut untuk menumis. 
  3. Sesekali masaklah makanan dengan cara dikukus atau di rebus.
  4. Ketika mengolah daging ayam, usahakan buang kulitnya, atau pilih daging sapi muda yang tidak banyak mengandung lemak.
sumber: coneqtique

    Maen Game Dapet Uang beneran

    Play Strategy Game on MarketGlory

    Related Post