April 30, 2011

Sikecil Tumbuh Gigi

Pertumbuhan gigi bayi tidak dibatasi oleh usia, setiap bayi mengalaminya di usia yang berbeda.

Namun hal yang penting diperhatikan adalah ketidaknyamanan bayi ketika tumbuh gigi. Sekalipun tak jarang ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi tanpa masalah apapun.

Umumnya gigi anak tumbuh pada usia 6 bulan, dan akan lengkap pada usia 3 tahun.


 


Gejala

Ketika gigi tumbuh, bayi menjadi gelisah, rewel dan kehilangan selera makan.
Gusi anak terlihat membengkak dan merah, pada bagian yang akan ditumbuhi gigi
Produksi saliva (air liur) anak menjadi lebih banyak daripada biasa

Solusi
Kompres gusi si kecil dengan benda yang dingin. Anda bisa merendam bite ring-nya dalam larutan es dan kemudian membiarkan si kecil menggigitnya.

Hati-hati!
Kebanyakan saat anak tumbuh gigi, ia mengalami demam. Kondisi ini tidak disebabkan oleh proses pertumbuhan gigi. Melainkan, saat gusi si kecil membengkak, anak cenderung ingin menggigit. Ia kemudian memasukkan berbagai benda ke dalam mulut. Jika benda tersebut tidak bersih, maka anak berisiko mengalami gangguan diare, dan demam akibat infeksi virus.


sumber :coneqtique

April 15, 2011

Breath-Holding Spells

Melihat si kecil tak sadarkan diri dengan wajah membiru memang sangat menakutkan. Tapi Anda tak perlu khawatir, karena kondisi ini tidak berbahaya.

Breath-holding spell adalah suatu kondisi ketika anak merasa kesakitan, marah ataupun ketakutan, sehingga Ia melepaskannya dengan menangis keras lalu menahan napas dan tidak bersuara.

Keadaan ini disebabkan oleh suatu refleks yang abnormal dan menyebabkan 5% anak menahan napas cukup lama hingga ia menjadi tidak sadarkan diri.

Tanda-tanda breath-holding spell:

Breath-holding spell tidak berbahaya dan bukan merupakan penyakit epilepsi. Serangan ini biasanya terjadi pada anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun dan menyerang ketika anak baru terbangun dari tidur. Umumnya dalam sehari bisa terjadi 1-2 kali, namun setelah si kecil berusia 4 tahun akan hilang dengan sendirinya. Breath-holding spell, ditandai dengan gejala sebagai berikut :

Si kecil menangis keras dan menahan napasnya.
Di sekitar mulutnya akan terlihat warna biru lalu tidak sadarkan diri.
Tubuhnya menjadi kaku dan beberapa kali terlihat bergerak seperti kejang.
Keadaan si kecil akan kembali normal dalam waktu kurang dari 1 menit

Bagaimana merawatnya?

Selama serangan. Anda tidak perlu panik karena serangan ini tidak berbahaya dan akan berhenti dengan sendirinya. Baringkan si kecil di atas tempat tidur. Dalam posisi terlentang rata, aliran darah ke otak akan membaik dan mungkin dapat mencegah timbulnya kejang. Letakkan kompres dingin di dahinya hingga ia sadar kembali. Catat lamanya serangan dan jangan memasukan sesuatu ke dalam mulutnya.

Setelah serangan. Tenangkan dirinya sambil Anda memeluknya. Jangan memperlihatkan wajah panik dan ketakutan Anda pada si kecil.

Pencegahan trauma. Kondisi yang paling berbahaya adalah trauma pada bagian kepala. Bila saat serangan terjadi si kecil sedang berada di dekat benda-benda keras, segera baringkan dia jauh dari benda tersebut.

Apakah bisa dicegah?




Serangan ini tdak dapat dicegah bila disebabkan si kecil terjatuh atau dalam kondisi marah dan ketakutan. Namun Anda bisa menghindari si kecil agar tidak menjadi biru dengan mengalihkan perhatiannya. Peluklah si kecil dan perlihatkan sesuatu yang menarik padanya. Anak yang mengalami anemia lebih sering mengalami serangan ini.


Perlukah menghubungi dokter?

Meskipun tidak berbahaya, namun sebaiknya Anda harus tetap waspada. Segera periksakan kondisi si kecil ke dokter bila serangan terjadi lebih dari satu kali dalam seminggu dan berlangsung lebih dari satu menit. Pola serangan yang berubah juga perlu Anda perhatikan.


sumber :coneqtique

Mengatasi Gigi Berlubang

Kata penyanyi dangdut (almarhum) Meggi Z, lebih baik sakit gigi ketimbang sakit hati. Tapi Anda yang pernah merasakan sakit gigi pasti kapok kalau penyakit Anda ini kembali kambuh.

Sakit gigi identik dengan nyeri tak berkesudahan, disertai rasa pening dan sakit di sekujur tubuh. Bila gigi sudah terasa nyeri, jangankan bekerja, mengunyah makanan saja susah. Makanya, sakit gigi tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sakit gigi lazimnya dipicu gigi berlubang atau karies gigi. Jika lubang gigi telah sampai lapisan terdalam sehingga mencapai saraf gigi, siap-siap saja merasakan serangan ngilu dan nyeri di sekitar gigi.

Cara mengatasinya bisa dengan mencabut gigi yang berlubang. Begitu dicabut, dijamin nyeri gigi akan menghilang. Tapi, Anda bakal ompong karena terpaksa kehilangan gigi. Hal ini tentu akan mengurangi keindahan mulut.

Supaya tidak kehilangan gigi, Anda bisa memilih cara lain, yakni dengan menambal gigi yang berlubang tersebut. "Gigi itu aset berharga di mulut. Maka sebesar apa pun lubangnya, dokter gigi pasti memilih menambal ketimbang mencabut," kata Tri Erri Astoeti, pakar kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta.

Serang jantung dan otak

Namun, penambalan gigi tidak boleh terlambat. Sebab, proses kerusakan pada gigi yang sudah berlubang tidak bisa berhenti hingga ke lapisan dalam. Kerusakan gigi juga bakal menembus jaringan pulpa.

Ini adalah jaringan di bawah gigi yang berisikan saraf dan pembuluh darah. "Kalau sampai tahap ini bakal terjadi radang," kata Tri.

Efeknya bukan sekadar rasa nyeri. Bakteri dan kuman di mulut bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Termasuk, bisa singgah di jantung yang merupakan pusat sirkulasi darah. "Ini berpotensi menimbulkan kelainan jantung," kata Wityo Witjaksono, dokter gigi yang membuka praktik pribadi di Bintaro, Jakarta Selatan.

Kuman dan bakteri juga bisa menyerang otak. Selaput otak akan rusak sehingga timbullah meningitis. "Penyebab ini paling sering terjadi, makanya gigi harus segera ditambal," kata Wityo.

Meski penambalan gigi harus cepat, tapi tidak boleh dilakukan tergesa-gesa. Dokter harus memastikan, masih ada atau tidak kuman di dalam lubang gigi. Jika lubang tidak bersih, penambalan tidak akan maksimal. "Kotoran tetap merusak gigi," kata Tri.

Begitu juga ketika lubang gigi sudah menembus jaringan pulpa. Dokter akan terlebih dulu mengambil jaringan yang rusak dan membersihkan seluruh lubang dari bakteri dan kuman.

Selain itu, harus dipastikan gigi yang ditambal dalam keadaan kokoh. Kalau gigi sudah goyang, tidak bisa dilakukan penambalan. Sebab, gigi sudah mati dan harus dicabut.

sumber :kompas

April 10, 2011

Tips Memasak Rendah Lemak


Mengonsumsi makanan dengan kadar kolesterol tinggi sudah jadi hal yang dihindari oleh sebagian besar orang yang peduli terhadap kesehatannya. Umumnya makanan yang berasal dari hewan mengandung lebih banyak lemak dan kolesterol dibandingkan dengan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. 

Mengetahui cara memasak agar bebas lemak dan kolestrol serta menyeleksi jenis makanan yang dikonsumsi, adalah salah satu cara untuk mengurangi kadar kolesterol yang masuk dalam tubuh Anda.



Berikut caranya:


  1. Lebih sering mengolah makanan dengan cara memanggang dan menggunakan oven. Sebaiknya minimalkan memasak dengan cara menggoreng.
  2. Jika terpaksa menggoreng, gunakan minyak yang sehat, seperti; minyak jagung, minyak sayur atau minyak zaitun. Gunakan juga jenis minyak tersebut untuk menumis. 
  3. Sesekali masaklah makanan dengan cara dikukus atau di rebus.
  4. Ketika mengolah daging ayam, usahakan buang kulitnya, atau pilih daging sapi muda yang tidak banyak mengandung lemak.
sumber: coneqtique

    April 07, 2011

    Tips Agar Tak Terjerat Kartu Kredit

    Asosiasi Kartu Kredit Indonesia menyatakan hingga akhir Februari 2011, pemegang kartu kredit di Indonesia telah mencapai 13,6 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 13 persen dibanding data terakhir yang dipublikasikan di situs AKKI sebanyak 12 juta orang.

    AKKI saat ini beranggotakan lebih dari 20 institusi penerbit kartu kredit dengan lebih dari 300 ribu merchant. Sebagai mitra dari beberapa prinsipal seperti American Express, JCB International, MasterCard International, dan Visa, serta bersama bank pengelola kartu kredit, AKKI berusaha meningkatkan kenyamanan bagi pengguna transaksi kartu kredit dalam melakukan transaksi.

     

    Sementara itu, bekerja sama dengan unsur Criminal Justice System, seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung, AKKI juga berusaha meningkatkan keamanan dalam melakukan transaksi kartu kredit bagi pemegang kartu dan merchant.

    Meski demikian, menurut Ketua AKKI, Dodit W Probojakti, mengingatkan pengguna untuk selalu memahami manfaat pemakaian kartu kredit itu. Dia pun memberikan tiga tips sederhana terkait penggunaan kartu kredit.

    Pertama, kartu kredit bukan tambahan utang atau pendapatan. Kartu kredit merupakan salah satu alat untuk memudahkan transaksi, sehingga pengguna tidak perlu banyak membawa uang tunai. "Tapi, ada tanggung jawab dari pengguna setelah menggunakan haknya dalam bertransaksi, yakni membayar tagihan," kata Dodit kepada VIVAnews.com.

    Kedua, kartu kredit harus digunakan secara bijaksana dan disesuaikan dengan pendapatan. "Jangan melakukan transaksi kartu kredit yang melebihi pendapatan pengguna tiap bulannya," ujarnya.

    Apalagi, dia menjelaskan, ada ketentuan bahwa pembayaran transaksi kartu kredit minimal 10 persen dari total tagihan. Meski demikian, pengguna kartu kredit di Indonesia rata-rata melakukan pembayaran sekitar 35-60 persen dari total tagihan kartu kreditnya.

    Ketiga, upaya paling baik ketika nasabah menghadapi masalah terkait transaksi kartu kreditnya adalah membicarakannya dengan bank penerbit. "Ini cara paling benar, yaitu bernegosiasi dengan bank penerbit untuk mencari solusi," tuturnya.

    Upaya ini, menurut Dodit, juga terkait dengan peristiwa meninggalnya nasabah Citibank beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, nasabah Citibank, Irzen Octa, meninggal setelah mempertanyakan jumlah tagihan kartu kredit yang membengkak hingga Rp100 juta.

    "Kami sangat menyayangkan dan berharap peristiwa ini hanya untuk yang pertama dan terakhir," tuturnya.

    Menurut dia, upaya nasabah mendatangi bank penerbit untuk mengklarifikasi tagihan kartu kreditnya sudah benar. "Klarifikasi ini untuk mencari solusi. Tapi, bagaimana kejadian setelah itu, biar penyidik dari kepolisian yang melakukan tugasnya," katanya. (umi)

    sumber :vivanews

    April 05, 2011

    Tips Merawat Tas Berwarna Putih


    Di antara tas yang Anda koleksi, pasti tas berwarna broken white bahkan putih bersih ada diantaranya. Dalam berbagai model, ukuran, dan detail, tas bernuansa netral ini bisa membantu penampilan perempuan aktif masa kini.


    Sayangnya, tas bernuansa putih ini sangat mudah kotor dan terlihat kusam. Tapi jangan kuatir, jika Anda tahu bagaimana cara merawatnya, tas putih bisa juga terlihat ‘kinclong’ dan awet!


    1. Bersihkan tas putih setiap habis dipakai dengan menggunakan kain flannel. Jika perlu, basahkan kain flannel kemudian keringkan.
    2. Ciptakan kesan mengilat dari tas putih Anda dengan mengulaskan semir cair untuk kulit atau kulit sintetis yang diformulasikan untuk produk berwarna putih atau krem. Ulaskan secukupnya, kemudian lap dengan kain flannel kering.
    3. Jika tas tidak dipakai, letakkan dalam kantong individual dari kain lembut dan letakkan di dalam boks. Jangan lupa untuk memasukkan sebuah silica gel di dalamnya untuk menghindari jamur karena lembap. Dengan begitu bentuk serta kebersihan tas akan terjaga.

    sumber : coneqtique

    April 04, 2011

    Sakit Gigi Bisa Menular

    Semua orang tahu jika influenza bisa menular. Tapi masak iya gigi berlubang juga ikut menular? Walaupun terdengar aneh namun para ilmuwan menemukan bahwa hal itu bukan saja mungkin tapi juga sering terjadi.

    Selama ini permen dan makanan manis sering dituding sebagai biang penyebab lubang di gigi, namun sebenarnya gigi berlubang (karies) disebabkan oleh bakteri yang menempel di gigi dan partikel yang berasal dari makanan. Bakteri tersebut mengubah gula dan karbohidrat yang dimakan menjadi asam. Bakteri dan asam yang dibektunya menjadi endapan lengket yang disebut plak gigi.

    Seperti halnya virus flu yang bisa menular ke orang lain, demikian juga halnya dengan bakteri penyebab karies gigi. Salah satunya adalah Streptococcus mutan. Balita dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan tertular.

    Penelitian menunjukkan anak-anak sering tertular bakteri Streotococcus mutan itu dari orangtua atau pengasuhnya, misalnya saat mencicipi makanan anak untuk mengetahui apakah terlalu panas atau tidak. Penularan bakteri ini juga sering terjadi pada pasangan.

    "Ada kasus pasien berusia 40 tahun yang sebelumnya tidak pernah mengalami lubang di gigi tiba-tiba dua giginya berlubang dan mulai menderita radang gusi. Ternyata setelah diselidiki wanita tersebut baru berpacaran dengan pria yang sakit radang gusi dan sudah bertahun-tahun tidak pernah ke dokter," kata Dr.Margaret Mitchell, dokter gigi di Chicago.

    Untuk mengurangi risiko gigi berlubang, ia merekomendasikan untuk membersihkan gigi secara teratur. Kebiasaan mengunyah permen karet tanpa gula juga dianjurkan untuk meningkatkan produksi air liur sehingga pembentukan plak dan bakteri bisa dihambat.


    sumber :kompas

    Maen Game Dapet Uang beneran

    Play Strategy Game on MarketGlory

    Related Post