April 17, 2010

Bayi Juga Bisa Stress Lho ..!!!





WALAU belum bisa bicara, bayi mempunyai senjata andalan dalam mengungkapkan perasaannya, yakni melalui tangisan. Moms, rupanya tangisan pun bisa menjadi pertanda bahwa dirinya stres. Duh, kok seperti orang dewasa saja, ya?

Yuk, kenali penyebab, gejala hingga solusinya, seperti yang dituturkan oleh Jovita Maria Ferliana MPsi dari RS Royal Taruma, Jakarta, berikut ini.



Stres pada bayi lebih condong sebagai respons ketidaknyamanan yang dialaminya secara berkepanjangan, yang tidak lekas ditangani. Biasanya penyebab bayi stres dimulai dari hal sederhana, antara lain:

Kebutuhan dasar tidak terpenuhi
Saat bayi lapar atau haus, orangtua ataupun pengasuh tidak segera memberi makanan atau minuman. Hal sederhana seperti ini bisa menyebabkan bayi stres.

Diabaikan (neglect)
Bayi menangis dalam waktu yang lama dan tidak mendapat respons dari orangtua/pengasuh.

Rasa sakit dan tidak nyaman
Bayi tidak dapat mengatakan pada bagian mana dia merasa sakit atau tidak nyaman. Bila orangtua atau pengasuh tidak bisa mengenali sumber penyakit itu, bayi bisa stres.

Ayah dan ibu bertengkar
Bayi bisa sangat peka dengan kondisi emosi orangtuanya. Dia bisa merasakan situasi tegang dari ekspresi wajah dan nada bicara yang tinggi dan keras.

Tertular ibu
Ibu stres dapat menyebabkan bayi tertular stres juga, karena cara menangani bayi akan menjadi tidak tenang. Bayi dapat merasakan tekanan otot saat digendong, ekspresi wajah dan nada suara ibunya.

Sering pindah rumah
Sering pindah rumah menyebabkan anak tidak memiliki “home base” yang memberinya rasa aman dan nyaman. Meski bayi tetap dalam pengasuhan ibunya, ibu yang tidak mudah beradaptasi dapat memengaruhi pengasuhannya pada bayi.

Berganti-ganti pengasuh
Berganti-ganti pengasuh dalam waktu singkat, menyebabkan sering terjadi perubahan cara mengasuh. Akibatnya, bayi menarik perhatian dengan cara negatif, misalnya jadi mudah rewel atau mudah marah.

Tanda Bayi Stres

Rewel dan menangis
Menangis adalah tanda paling mudah dikenali bila bayi sedang stres. Semakin keras dan lama tangisannya, menandakan bayi semakin stres.

Murung
Jika biasanya ceria dan lincah kini ia murung, bahkan saat diajak bermain sekalipun.

Tidur gelisah
Perlu diwaspadai bila bayi kerap tidur gelisah. Terlebih bila bukan karena popoknya basah, haus atau lapar.

Perubahan kondisi fisik
Stres bisa menyebabkan bayi sulit makan sehingga berat badannya berkurang. Selain itu stres biasanya menyerang organ paling lemah, misalnya kulit. Tanpa pemicu alergi, kulit bayi pun bisa menunjukkan gejala alergi karena stres.

Cara Menanganinya
Jika si kecil mengalami stres, yang bisa Moms lakukan antara lain:

Penuhi kebutuhan dasarnya
Berikan kebutuhan dasarnya (makan, minum dan kasih sayang) secara konsisten. Kebutuhan dasar terpenuhi membuat bayi merasa tenang dan aman.

Perdengarkan musik yang menenangkan
Pada bayi yang mengalami stres, musik dengan irama yang tenang dan ringan dapat membantu meredakan stres.

Pijat bayi
Pijat bayi dapat mereduksi stres pada bayi. Lakukan pijatan pada punggung, perut, lengan, kaki, dan wajah bayi. Pijatan tentunya dilakukan secara perlahan dan tekanan yang ringan.

Tunjukkan kasih sayang
Bila sebelumnya orangtua seringkali lupa menimang, bercanda, dan berkomunikasi dengan bayinya, bisa jadi menyebabkan bayi menunjukkan perilaku rewel dan stres. Saat orangtua mulai membaca adanya gejala stres pada bayi, mulailah untuk lebih “aware”. Berikan sentuhan, ciuman, candaan, dan mulailah untuk mengajak bayi Anda berkomunikasi.

Temani bayi menjelang tidur
Senandungkan lagu atau bacakan cerita singkat guna membantu bayi meningkatkan rasa aman dalam dirinya.

April 13, 2010

Aku Nggak Mau Dipegang

TASYA (3 tahun) adalah gadis kecil yang imut dan lucu. Pipinya chubby, rambutnya yang keriwil, membuat gemas setiap orang yang melihatnya. Tapi jangan sekali-kali menyentuhnya lho! Dijamin, Tasya pasti kesal dan marah. Sampai-sampai orang-orang memanggilnya si "antik", boleh dilihat tapi tak boleh dipegang.

Jika Anda ingin mengetahui penyebab anak bisa jadi si "antik", Psikolog Remaja dan Anak, Pendidikan Sekolah Lentera Insan, Depok, Fitriani F Syahrul, Msi Psi memberikan pemaparannya.



Merasa Tidak Nyaman

Mungkin salah satu buah hati Moms sama seperti Tasya? Tidak suka bahkan marah kalau ada orang lain yang menyentuhnya. Kecuali orangtua atau orang yang sudah dikenal sebelumnya. Wajarkah seusia Tasya, berperilaku demikian?

Anak akan merasa lebih nyaman dengan kedua orangtua atau pengasuhnya, utamanya jika anak memasuki lingkungan baru seperti, kelompok bermain (play group). Umumnya anak belum percaya diri karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan orang lain. Hal ini wajar terjadi pada anak usia 3-4 tahun. Pasalnya, dia masih dalam masa perkembangan pembentukan konsep diri.

Namun bila gaya pengasuhan orangtua kurang tepat, hal ini akan memengaruhi pembentukan konsep diri anak tersebut. Kemampuan adaptasi anak di tempat baru akan menjadi kurang baik. Akibatnya, anak menjadi kurang senang bila disentuh atau dipegang oleh orang lain yang belum dikenalnya.

Setiap anak memiliki karakter berbeda, ada yang mudah dan ada yang sulit menerima orang lain. Sebenarnya, mudah tidaknya anak menerima orang lain bisa dilihat sejak anak masih bayi. Jika anak mudah digendong, mudah tersenyum, mudah tertawa, biasanya sifat seperti ini akan melekat sampai besar. Lain halnya jika anak sulit menerima orang lain, anak akan bersikap sebaliknya.

Pengaruh budaya asing juga menjadi salah satu penyebab. Ada orangtua yang mengajarkan anaknya agar tidak mudah dekat dengan orang lain yang belum dikenal. Sehingga anak akan memroteksi dirinya sendiri dengan sangat ekstra. Mungkin tujuan awalnya orangtua menghindari penculikan anak, namun lama kelaman malah membentuk anak menjadi anak "antik".

Tip Mengatasi Anak "Antik"

Jika ditinjau dari segi sosialisasi, merupakan tugas orangtua dan guru di sekolah untuk bisa memberikan pengertian kepada si anak. Apa saja yang bisa dilakukan saat menghadapi anak yang "antisentuhan" ini :

1. Mengajarkan anak agar bisa main bersama dan membaur dengan temannya.

2. Cara sederhana membantu anak agar bisa menerima orang lain yaitu dengan mendekati anak, agar bisa lepas dari keluarga inti. Peranan guru di sekolah juga sangat penting agar si anak bisa perlahan menerima lingkungan barunya. Kondisi ini akan memengaruhi kemampuan anak untuk bisa beradaptasi dengan baik.

3. Orangtua harus menciptakan interaksi yang baik dan menyenangkan di rumah. Ini adalah keterampilan persahabatan yang paling mendasar, sekaligus juga wahana bagi anak untuk menyampaikan kelebihan dan kekurangannya dalam berelasi.

4. Orangtua perlu menyediakan sarana persahabatan di rumah maupun di luar rumah. Orangtua dapat menggunakan kesempatan berkunjung ke rumah saudara atau tetangga sebagai sarana bergaul atau berkumpul.

5. Orangtua perlu mengajarkan cara bergaul yang baik dan bertenggang rasa kepada orang lain.

6. Orangtua sedapat mungkin memenuhi kebutuhan-kebutuhan psikologis anak, seperti kasih, rasa aman, rasa berharga, didikan, serta arahan.

7. Beri kesempatan kepada anak untuk memerhatikan dan memberi bantuan kepada saudaranya atau kepada teman-temannya.

8. Jika Moms adalah seorang full time Mommy dan harus menggunakan jasa pengasuh atau baby sitter, sebaiknya beri pengertian dari awal untuk mengajarkan anak menerima anggota baru dalam keluarganya.

9. Rasa nyaman terhadap diri sendiri juga bisa dipengaruhi jika si anak merupakan anak tunggal. Orangtua dituntut untuk bisa mengajak anak keluar dari comfort zone agar bisa menerima orang lain sebagai bagian dari kehidupannya.

10. Agar perilaku ini tidak terbawa sampai anak besar nanti, ajarkan kepada anak untuk bisa menerima orang lain dan beradaptasi di tempat baru.

sumber : okezone.com

April 08, 2010

Cara Sederhana Naikan Kecepatan Motor




Ingin meraih top speed yang lebih dan tarikan lebih panjang pada Yamaha Jupiter-Z? Sederhana saja. Yang perlu dilakukan hanyalah mengganti komposisi sproket. "Perbandingannya diubah menjadi lebih kecil," terang Lukman, Chief Mekanik Yamaha Permata Motor di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.



Sproket Jupiter Z yang 15/40 sama dengan Vega ZR. "Kalau mau, tinggal kurangi gir belakang. Supaya tidak berat, pakai yang 38," lanjut Lukman. Hanya, kata Lukman, mengubah gir New Jupiter Z tak semudah seperti pada generasi sebelumnya. Khusus Jupiter Z baru dan Vega ZR, kedua motor ini punya rantai berbeda. "Pakai ukuran 420, lebih kecil dibanding Jupiter lama atau generasi Yamaha sebelumnya yang 428," sebut Lukman.

Dia juga menyarankan, penggantian sproket sebaiknya dibarengi dengan rantai. Pada Jupiter baru, ada holder di pengunci sproket. Saat dipasang, holder bisa diganjal ring supaya tidak longgar. Setelah itu, barulah memakai spi. Begitulah saran Lukman.

Kalau mau lebih gampang, bisa pakai sproket aftermarket yang cocok untuk rantai 420, misalnya yang dipakai Honda Karisma. "Meski begitu, harus sesuaikan lubang bautnya," ucap Lukman.


sumber :kompas.com

April 04, 2010

Fast Food Bikin Orang Tidak Sabar




FAST FOOD atau makanan siap saji tidak hanya buruk bagi kesehatan tubuh, tapi juga jiwa. Makanan siap saji disinyalir dapat memicu perilaku tidak sabar dan terburu-buru pada penyantapnya.

Ide awal di balik hadirnya makanan cepat saji adalah untuk meningkatkan efisiensi dan memungkinkan orang untuk dengan cepat menyelesaikan makan sehingga mereka dapat melanjutkan urusan lainnya.



Namun, para peneliti dari Universitas Toronto telah menemukan fakta bahwa paparan makanan cepat saji dan simbol-simbol terkait dengan makanan siap saji dapat membuat orang tidak sabar, meningkatkan pilihan terhadap produk hemat waktu, dan mengurangi keinginan untuk menabung. Demikian temuan sebuah studi baru seperti diungkap Times of India, Senin (29/3/2010).

"Makanan siap saji mewakili sebuah budaya efisiensi waktu dan kepuasan instan," kata Chen-Bo Zhong, salah seorang co-write penelitian.

"Masalahnya adalah tujuan penghematan waktu diaktifkan melampaui batas paparan terhadap makanan cepat saji, terlepas dari apakah waktu adalah faktor yang relevan dalam konteks," tambah Zhong Bo.

Dalam satu eksperimen, para peneliti menyoroti simbol makanan cepat saji, seperti lengkungan emas McDonald's di layar komputer selama beberapa milidetik. Begitu cepat sehingga tidak sadar para partisipan dapat mengidentifikasi apa yang mereka lihat.

Mereka menemukan bahwa paparan hasil pikiran alam bawah sadar ini meningkatkan kecepatan membaca (simbol) para partisipan dibandingkan mereka yang dalam kondisi terkendali. Mereka tetap membaca simbol makanan siap saji dengan cepat, bahkan ketika tidak ada keuntungan untuk menyelesaikannya lebih cepat.

Dalam studi lain, para partisipan yang ingat ketika mereka makan di sebuah restoran kemudian lebih suka menggunakan “produk hemat”, seperti sampo two in one dibanding produk biasa. Namun, orang yang terpapar logo makanan cepat saji lebih besar mempertunjukkan keengganan untuk menabung, seperti lebih memilih pembayaran tunai daripada kredit.

sumber :okezone.com

April 01, 2010

Mari Bersama Tanggulangi Tuberkulosis




KOMITMEN dan kerja sama semua pihak memerangi tuberkulosis (TB) perlu ditingkatkan. Sebab, penyebaran penyakit ini di Indonesia makin besar dan masif.

TB merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Besar dan luasnya masalah TB di Indonesia diperberat dengan adanya peningkatan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat dan munculnya permasalahan TBMDR (Multi Drugs Resistant/kebal terhadap bermacam obat).


Saat ini setiap tahun ditemukan sekitar 500.000 kasus baru TB.Separuh di antaranya adalah kasus TB menular, menyebabkan lebih 100.000 kematian. Sekitar 70 persen penderita TB merupakan usia produktif. Upaya pencegahan dan pemberantasan TB merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, baik lintas sektor maupun lintas program dan masyarakat, termasuk sektor swasta.



”Untuk memerangi TB memang butuh komitmen dan kerja sama semua pihak secara bersama memerangi TB perlu ditingkatkan,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr Iwan M Muljono MPH pada acara jumpa pers menyambut hari TB Sedunia yang diperingati setiap 24 Maret, di Jakarta, belum lama ini.

Saat ini, terang Iwan, Indonesia sudah berada pada arah yang tepat dalam pelaksanaan program penanggulangan TB. Hal ini dibuktikan dengan telah dicapainya target global sejak 2006, yaitu penemuan kasus baru lebih dari 70 persen dan angka kesembuhan lebih dari 85 persen.

”Strategi nasional ini telah sejalan dengan petunjuk internasional (WHO DOTS dan strategi baru Stop TB), serta konsisten dengan Rencana Global Penanggulangan TB yang diarahkan untuk mencapai Target Global TB 2005 dan Tujuan Pembangunan Milenium 2015,” terangnya.

Dia menjelaskan, strategi yang direkomendasikan untuk mengendalikan TB DOTS/Directly Observed Treatment Shortcourse) sendiri terdiri atas lima komponen, yaitu komitmen pemerintah untuk mempertahankan kontrol terhadap TB, deteksi kasus TB di antara orang-orang yang memiliki gejala-gejala melalui pemeriksaan dahak dan pengobatan teratur selama 6–8 bulan yang diawasi.

Selain itu, ketersediaan obat TB yang rutin dan tidak terputus serta sistem laporan untuk monitoring dan evaluasi perkembangan pengobatan dan program. ”Rencana global penanggulangan TB ini didukung oleh enam komponen dari Strategi Penanggulangan TB baru yang dikembangkan WHO,” kata Iwan.

Strategi Penanggulangan TB baru yang dikembangkan WHO tersebut, ucap Iwan, yaitu mengejar peningkatan dan perluasan DOTS yang berkualitas tinggi, menangani kasus ko-infeksi TB-HIV, kekebalan ganda terhadap obat anti TB dan tantangan lainnya, berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan, menyamakan persepsi semua penyedia pelayanan, memberdayakan pasien TB dan masyarakat, serta mewujudkan dan mempromosikan penelitian.

Namun, lanjut dia, tantangan baru yang ada mengharuskan semua pihak bergerak lebih cepat dan inovatif dengan memperkuat jejaring pelayanan bagi pasien TB dengan semangat kemitraan, baik dengan berbagai sektor pemerintah, swasta, maupun lembaga masyarakat. ”Hal ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan program dalam melakukan ekspansi maupun kesinambungannya,” ujar Iwan.

Pada hari TB Sedunia tahun ini rencananya diperingati dengan serangkaian kegiatan advokasi, komunikasi dan mobilisasi sosial dengan melibatkan seluruh pihak untuk mendukung komitmen penanggulangan TB.

Rangkaian kegiatan peringatan hari TB Sedunia 2010 ini akan didukung oleh organisasi sosial, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam penanggulangan TB di masyarakat seperti PPTI (Perhimpunan Penanggulangan Tuberkulosis Indonesia), PP Aisyiyah,
KNCV, Nahdlatul Ulama, dan organisasi lainnya.

Acara puncak hari TB Sedunia pada 24 Maret 2010 ditandai dengan seminar nasional yang mengambil tema sesuai tema hari TB Sedunia tahun ini, yaitu ”Tingkatkan Inovasi, Percepat Aksi Melawan TB”. Seminar rencananya akan dibuka oleh Menteri Koordinator kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono.


Topik yang dibahas antara lain upaya terobosan menuju akses pelayanan TB yang universal, layanan strategi DOTS berkualitas pada semua tingkatan layanan, tantangan penanggulangan TB di masa depan, dan upaya penggerakan partisipasi masyarakat dalam pengendalian TB. Dalam acara ini juga ditandatangani kerja sama dengan PT Jamsostek untuk memasukkan TB sebagai salah satu penyakit yang akan ditanggung dalam skema asuransi Jamsostek.

Sehari sebelumnya, yaitu pada 23 Maret 2010, dilaksanakan peluncuran Pelayanan TB-MDR di Indonesia. Pelayanan bagi pasien TB-MDR telah dimulai sejak Agustus 2009 di dua rumah sakit (RS) yaitu RS Persahabatan, Jakarta Timur dan RS Dr Soetomo, Surabaya. Ekspansi pelayanan direncanakan akan dilakukan pada tahun ini ke wilayah lainnya.

Selain seminar, rangkaian kegiatan peringatan ini sendiri akan dimeriahkan dengan Gerak Jalan Sehat yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Aisyiyah yang akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan pada 28 Maret 2010. Subtema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah ”Selamatkan Keluarga dari Tuberkulsosis”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallarangeng, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP&PA) Linda Amalia Sari Gumelar, dan Ketua Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarif.

sumber :koran sindo.com

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post