Januari 14, 2010

7 Langkah Sayangi Hati




KELENJAR terbesar dalam tubuh yaitu hati adalah organ tubuh yang sangat vital. Ada baiknya menjaga fungsi hati agar tetap sehat. Sebab organ satu ini mempunyai berbagai fungsi, termasuk mendetoksifikasi racun-racun di dalam tubuh, melakukan sintesa protein, dan memproduksi zat-zat biokimia yang sangat penting untuk proses pencernaan. Hati penting dalam upaya bertahan hidup dan gagalnya fungsi hati akan sangat membahayakan kehidupan. Bagaimanakah caranya menyayangi hati supaya bekerja dengan maksimal? Simak uraian berikut ini:



Dengarkan tubuh Anda, jangan makan kalau tidak lapar. Anda tidak harus selalu makan 3 kali sehari dengan jam yang sama, kecuali jika Anda lapar. Akan lebih sehat kalau Anda menyesuaikan waktu makan berdasarkan rasa lapar, bukan berdasarkan kebiasaan waktu. Jika Anda makan teratur, bahkan saat Anda tidak lapar, maka hati harus bekerja lebih keras, sehingga justru memicu kerusakan hati.

Perbanyak minum air. Cara ini bisa membantu membersihkan hati dan ginjal. Tubuh Anda memerlukan air dalam jumlah kecil tetapi dalam frekuensi tinggi. Jika tidak, sel-sel tubuh akan mengerut akibat dehidrasi dan membran-membran tubuh mengering.

Hindari gula dalam jumlah besar, khususnya gula sederhana, karena hati akan mengubah gula menjadi lemak dan kolesterol. Lemak bisa memicu kerusakan organ. Selain itu, lemak-lemak ini akan dikirm ke area penyimpanan seperti paha, pantat dan perut. Pada akhirnya, konsumsi gula berlebih akan memicu kenaikan kadar trigliserida dalam darah. Hal ini berisiko memicu penyakit kardiovaskular.

Hindari pemais-pemanis buatan, karena pemanis buatan ini akan meracuni hati dan menyebabkan hipoglikemia serta kelelahan. Jika harus mengonsumsi sesuatu yang manis, pilihlah buah segar atau yang telah dikeringkan dengan sinar matahari atau madu.

Jangan terobsesi dengan takaran kalori. Anda cukup berhenti makan begitu mulai merasa kenyang. Abaikan skala berat badan, karena tujuan Anda adalah membersihkan tubuh dan meremajakan seluruh sistem metabolisme, bukan menurunkan berat badan. Berat badan akan berkurang seiring dengan perbaikan fungsi hati. Tidak perlu membebani pikiran Anda dengan skala kenaikan atau penurunan berat badan.

Hindari makanan yang membuat Anda alergi. Belajarlah dari pengalaman dan kenali makanan yang membuat Anda alergi. Selain itu, pastikan mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh, karena proses pencernaan dimulai dengan pertemuan air ludah dan makanan di mulut. Seiring dengan usia, produksi hydrochloric acid di lambung semakin menurun sehingga tidak mencukupi jumlah yang diperlukan untuk mencerna protein. Hal ini bisa diatasi dengan cara minum satu gelas kecil air yang mengandung satu sendok teh cuka sari apel saat mengonsumsi makanan sumber protein.

Perhatikan kebersihan usus. Hati harus menyaring dan menghancurkan bakteri dan virus yang terdapat di dalam makanan. Terlalu banyak organisme, seperti salmonella dan bakteri shigella, akan membuat Anda sakit dan memicu kerusakan hati permanen. Untuk mengurangi risiko ini, pastikan hanya mengonsumsi makanan segar dan hindari memanaskan makanan secara berulang. Bakteri mudah berkembang biak pada makanan masak yang disimpan, khususnya daging. Jangan memanaskan makanan lebih dari sekali. Dan jangan lupa mencuci tangan sebelum makan.

Makanan olahan yang diawetkan juga banyak mengandung organisme jahat yang berada dalam keadaan tidak aktif. Begitu makanan ini menyentuh usus, maka pengawet akan terlepas dan organisme jahat tersebut mulai tumbuh di dalam tubuh. Karena itu, ada baiknya membatasi dan menghindari makanan berpengawet, khususnya daging.

Jangan makan saat stres atau cemas karena saat ini, aliran darah dialihkan dari usus dan hati ke area tubuh lainnya. (OL-08)

sumber :mediaindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post