November 26, 2009

Kiat Tidur Nyenyak buat BUMIL




PERUT membesar, tidur pun gusar! Hmm... sepertinya tak sedikit BuMil yang mengalaminya. Memang saat memasuki trimester ketiga kehamilan, berbagai keluhan mulai melanda. Misalnya kerap buang air kecil, sakit pinggang, sakit punggung, gerah dan terasa sesak di dada, plus yang paling mengganggu kenyamanan adalah susah tidur.




Duh, paling sulit mengatur posisi tidur. Mau telentang salah, miring pun tak enak. Nah, bagaimana solusinya? Beberapa keluhan pada trimester ketiga tentu saja ada penyebabnya. Moms perlu menyiapkan diri dan mengetahui alasannya!

Pada trimester ketiga, beban sirkulasi darah dalam tubuh BuMil meningkat 40 persen karena pengenceran darah dan rahim yang menekan aorta (pembuluh darah besar yang keluar dari jantung dan membawa darah ke seluruh tubuh).

Hal ini menyebabkan Moms lebih sesak napas karena beban jantung meningkat yang harus bekerja double untuk Moms dan si jabang bayi dalam rahim. Dan jika tidur, arus balik darah tertekan.

Jika kondisi sesak nafas terjadi, sebaiknya lakukan posisi tidur miring ke kanan atau pindah ke posisi sebelah kiri atau carilah posisi senyaman mungkin untuk Moms.

Jangan lupa, posisi kepala harus lebih tinggi dari posisi badan! Ini berfungsi untuk membantu sirkulasi aliran darah.
Selain masalah sesak napas, masalah lain yang sering terjadi adalah sering buang air kecil khususnya pada malam hari.

Kondisi ini terjadi karena kandung kemih mendapat tekanan akibat membesarnya rahim dan kepala bayi sudah mulai masuk area panggul. Sekarang sudah maklum bukan mengapa pada BuMil "tidur aja kok repot".

Untuk itu, dr Ali Sungkar, Sp.OG dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo memaparkan beberapa do and don't bagi BuMil.

Bolehkah Tengkurap atau Telentang?

Tak dapat dimungkiri, gerak dan aktivitas BuMil pada trimester ketiga semakin terbatas. Sebenarnya sejak trimester kedua, posisi tidur tengkurap harus dihindari BuMil. Selain menggangu kenyamanan karena payudara dan perut sudah membesar, posisi tengkurap juga membahayakan janin.

Sedangkan posisi tidur telentang juga tidak disarankan. Apa pasal? Ternyata dalam posisi terlentang, Moms meletakkan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus dan vena cava inferior (pembuluh balik besar bawah yang menerima darah dari badan dan kedua kaki).

Selain itu, tidur posisi telentang dapat meningkatkan risiko sakit pinggang, wasir dan gangguan pencernaan serta dapat menganggu pernafasan dan sirkulasi. Oleh karena itu, posisi miring ke kanan atau ke kiri sangat dianjurkan.

Kiri is the Best

Posisi miring ke sebelah kiri adalah posisi yang paling terbaik. Posisi ini memberikan keuntungan untuk Moms juga untuk bayi karena dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh Moms sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pergelangan tangan kaki dan tangan. Manfaat lainnya adalah Moms dan bayi mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta.

Namun tentu saja Anda tetap boleh tidur dengan posisi miring ke kanan. Hanya saja janin tidak akan merasakan hal yang sama. Dalam posisi tidur miring ke kanan, keadaan janin akan menggantung. Sebab letak janin biasanya di rahim sebelah kiri.
Ingat, saat tidur dengan posisi miring (kiri/kanan), letakkan bantal di antara lutut dan satu lagi di punggung Anda! Atau cobalah membeli bantal khusus BuMil!"

sumber :okezone.com

1 komentar:

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post