Oktober 15, 2009

Pasang Knalpot Motor Supaya Tidak Bocor




Bongkar knalpot motor boleh dibilang gampang, tapi memasangnya kembali tidak semudah mencopotnya. Bila enggak tahu triknya, suara yang ke luar tidak bulat, tetapi bercampur desis. Asal sumber desisan itu dari pertemuan lubang exhaust dengan moncong pipa buang yang kurang rapat. Tak cuma suara, tenaga pun nge-drop dan bensin boros.


Untuk mendeteksi kebocoran, selain timbul suara mendesis, ada petunjuk lain. Seperti langsam mesin jadi tinggi, dari 1.500 rpm biasanya menjadi 3.000 rpm. Cara lainnya, bekap buritan knalpot, jika muncul suara desis dan ada asap dari leher knalpot, berarti bocor.

Umumnya orang memasang knalpot—setelah dibongkar—yang dikencangkan dulu baut pada braket, baru kemudian yang di kepala silinder (head). Langkah ini keliru, "Bisa terjadi kebocoran di lubang buang karena tidak rapat akibat yang dikencangkan belakang duluan. Bentuk lengkung knalpot yang menempel di head membuat bagian tersebut malah jadi tidak rapat bila dikencangkan terakhir," bilang Iwan Prasetyo, mekanik Thole Motor.

Langkah yang benar, pasang ujung knalpot di head dulu dan bautkan sementara tanpa perlu dikencangkan. Setelah itu, sangkutkan braket knalpot, sekadar menempel. Setelah lubang knalpot dan lubang buang disetel dengan benar, baru baut di kepala silinder dikencangkan.

Iwan pesan, wanti-wanti ketika mengencangkan baut. Jangan terlalu keras karena baut bisa patah. Namun, sebelum pasang knalpot, periksa packing-nya. Kemungkinan, bagian itu sudah robek atau tipis akibat tergencet. Kalau sudah begitu, knalpot akan susah dipasang rapat.

Makanya, kala mengganti knalpot, sekalian berikut packing-nya. Harganya tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp 5.000. (GT, Aong)

sumber :kompas.com

1 komentar:

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post