September 26, 2009

Jangan biarkan wiper loyo




Musim hujan nampaknya enggan berlalu, hujan masih kerap menderas ketika matahari panas
menyengat. Ini artinya Anda tidak boleh melupakan karet wiper penyeka kaca mobil.
Dulu pemilik mobil lebih memperhatikan wiper-nya karena untuk mengoperasikannya masih
bersifat manual. Kini, mobil kelas premium semakin banyak yang menggunakan sensor air untuk menggerakkan karet hitam ini. Akibatnya, ingatan pengemudi pada wiper pun mulai meluntur.



Saat kualitas karet masih bagus, wiper dapat membersihkan kaca dengan mudah tanpa bekas.
Namun, semakin sering dipakai, karet bisa menjadi getas dan kinerja wiper pun tidak
optimal. Akibatnya, air hujan tidak bisa disapu dengan sempurna, bahkan kaca bisa terbaret
wiper.

Karena itu, rajinlah memeriksa kondisi karet wiper. Jika karet sudah getas dan retak,
langsung ganti. Gunakan karet yang orisinal keluaran pabrik, sebab panjang dan lebarnya
sudah disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika ada kelebihan dana, Anda sebaiknya mengganti karet wiper dengan bahan silikon. Bahan
sintetis ini lentur seperti karet, tapi memiliki umur yang lebih panjang dari karet.
Seandainya Anda belum punya cukup dana, seringlah mencuci karet tersebut agar bersih dari

debu yang menempel. Usahakan agar mobil tak terlampau lama terpapar matahari yang membuat
karet terlalu panas dan getas.

Saat parkir

Jika memarkir dalam waktu yang lama usahakan untuk memosisikan wiper tak melekat pada kaca.

Cara ini tak perlu dilakukan pada mobil kelas atas. Pada kendaraan premium wiper bisa
otomatis tegak jika kendaraan diparkir.

Untuk mobil yang tidak menggunakan sensor gerak wiper otomatis ada langkah-langkah mudah
untuk merawat komponen gerak wiper seperti berikut:

Jika tahanan dalam koil yang menuju ke pengganti arus besar kotor, segera lepas bagian ini
dan bersihkan. Biasanya tumpukan debu dan kerak korosi yang menyebabkan kotornya bagian
ini.

Kalau poros engkol macet akibat korositas ringan, semprotkan dengan cairan jenis 4WD.
Namun, bila korositasnya telah parah diperlukan pencopotan paksa dan pengelasan untuk
mengembalikan fungsi maksimalnya.

Tombol kontak macet. Ini dapat diketahui dengan cara menyatukan aliran positif dan negatif
rangkaian kabel di luar tombol kontak. Apabila penyatuan kutub negatif dan positif
menimbulkan bunga api dan rangkaian bergerak, peranti tersebut harus diganti.

Motor listrik rusak. Bila pengontrolan rangkaian telah dilakukan dan tak ditemukan keanehan dan gerakan wiper tetap lamban, kemungkinan ada kerusakan pada fungsi motor listrik.

Mintalah bantuan bengkel dinamo untuk memperbaiki kerusakan motor listrik tersebut.
Jika wiper mati, periksa fungsi sekering yang berkaitan dengan rangkaian wiper ini terlebih dahulu, sebelum menduga penyebab kerusakan lainnya.

Sekering putus. Apabila terjadi beban berlebihan atau tak maksimalnya kerja salah satu
rangkaian listrik akan membuat sekering putus. Setelah menggantinya, yakinkan bahwa memang
tak terjadi kerusakan aliran listriknya.

Hubungan kabel rusak. Ini bisa diakali dengan menggunakan taspen, obeng dengan kabel dan
memiliki lampu. Ambil aliran listrik positif yang biasanya diwakili oleh kabel berwarna
merah. Bila satu sisi tak menyala dan bagian lain ada aliran listrik (membuat obeng
menyala), kerusakan ini biasanya diakibatkan karena kabel rusak atau putus.
Hubungan roda gigi pada wiper rusak. Biasanya roda gigi wiper rusak setelah mengalami
kelelahan kerja. Menghadapi masalah ini, segera ganti dengan peranti yang baru.


Algooth Putranto

Sumber: Bisnis Indonesia

2 komentar:

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post