
Kesehatan sangat mahal harganya. Tidak mengherankan bila banyak orang melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan jiwa dan tubuh yang sehat. Salah satunya adalah dengan menjalankan
detoksifikasi.
Detoksifikasi adalah proses pengeluaran toksin atau racun yang ada dalam tubuh manusia.
Makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh akan mengendap di sepanjang dinding usus halus
sehingga menyebabkan terjadinya sembelit dan penyumbatan usus besar. Lambat laun kotoran
akan membusuk dan menghasilkan gas beracun yang lebih mudah diserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah, masuk ke sel-sel tubuh hingga akhirnya menimbulkan berbagai penyakit.
Awalnya detoks diperuntukan bagi penderita penyakit hati dan kanker. Pada penderita
penyakit hati, detoks dilakukan dengan cara memasukan zat kimiawi yang akan bereaksi dengan hasil-hasil metabolik yang tidak bisa diolah oleh hati yang sudah rusak, sehingga membantu pengeluarannya dari dalam tubuh. Sementara pada penderita kanker, detoks berguna untuk menetralisir dan mengeluarkan zat-zat yang diproduksi oleh kanker.
Meskipun kini detoks muncul dengan beragam pilihan, namun detoks alami tetap menjadi
pilihan yang terbaik.
Detoks Alami
Puasa merupakan salah satu metode detoks alami yang paling tua, namun berfungsi lebih baik, aman dan efektif. Detoks puasa dapat dilakukan dengan hanya mengkonsumsi air mineral (water fasting) dalam jumlah cukup atau bisa pula dengan kombinasi mengkonsumsi jus buah atau sayur.
Pada prinsipnya, detoks ini memberikan waktu beristirahat untuk saluran pencernaan dengan
hanya memberikan cairan air mineral atau jus selama 3 hari berturut-turut.
Detoksifikasi dengan menkonsumsi Air mineral, prosesnya akan lebih intensif karena dapat
membakar lebih banyak kalori. Sementara detoks dengan jus juga tak kalah efektifnya,
kandungan gizi pada buah dan sayuran dapat membersihkan racun pada tingkat yang aman.
Jangka Waktu Detoksifikasi
Waktu yang diperlukan detoksifikasi tergantung pada tujuan dan penyakit yang di alami.
Kebutuhan waktu detoks pada penderita penyakit jantung akan berbeda dengan detoks yang
dijalankan oleh mereka yang bermasalah dengan kegemukan.
Efek samping
Melakukan detoksifikasi sebaiknya jangan sampai mengganggu keseimbangan elektrolit dalam
tubuh yang terdiri dari Natrium, Kalium, Kalsium, Khlor dan sebagainya. Bila terjadi
ketidakseimbangan elektrolit, maka dampaknya tubuh akan terasa lemas bahkan bisa
menyebabkan pingsan. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk menjalankan metode detoks sealami
mungkin dan banyak mengkonsumsi air mineral yang secara alamiah telah terkandung elektrolit
yang lengkap.
Tips melakukan detoks alami:
* Setiap bangun tidur minumlah segelas air mineral
* Dalam sehari cobalah mengkonsumsi 7-8 gelas jus buah atau sayur. Lakukan setiap 2 jam
sekali dimulai dari pukul 07.00 Wib.
* Pastikan jus buah atau sayur dibuat dengan menggunakan blender bukan alat juicer. Ini
dimaksudkan agar saluran cerna bisa menjalankan fungsinya untuk mencerna serat yang
terkandung dalam jus buah atau sayur.
* Gunakan air mineral dalam membuat jus agar keseimbangan elektrolit dalam tubuh tetap
terjaga.
* Disela waktu minum jus, jangan lupa untuk mengkonsumsi air mineral sebanyak mungkin
* Lakukan terapi ini selama tiga hari berturut-turut yang kemudian diikuti dengan pola
makan yang normal seperti sebelumnya.
* Selalu luangkan waktu untuk melakukan olahraga secara teratur
Sumber: conectique.com
Komentar
Posting Komentar