Mei 04, 2009

Rajin dan Rutin Deteksi Dini

Masa emas untuk melakukan tindakan terhadap penyakit jantung adalah 90 menit setelah terjadi serangan pertama.


Body:Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan penyakit jantung akan menjadi penyebab kematian utama di kawasan Asia Tenggara pada 2010. Penyakit ini juga sering kali muncul secara mendadak dan dapat membawa akibat fatal meskipun pada awalnya penderita tidak merasakan gejala apa pun.



Dari berbagai jenis penyakit jantung, penyakit arteri koroner merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Jenis ini disebabkan oleh adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung akibat kolesterol. Jika penyumbatan yang lebih parah lagi, dada menjadi nyeri karena berkurangnya aliran darah ke jantung dan timbulnya serangan jantung secara mendadak.

`'Banyak faktor yang dapat menyebabkan kita berisiko memiliki penyakit jantung,'' ungkap dr Jayaram Lingamanaicker, senior consultant Cardiologist Lifeline Heart Centre. Antara lain konsumsi rokok, adanya riwayat penyakit jantung pada keluarga, tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar kolesterol darah tinggi (hiperlipidaemia), kurang berolahraga, obesitas, stres, dan diabetes mellitus.

Dokter yang berpraktik di Mount Elizabeth, Singapore itu mengungkapkan, tingkat konsumsi rokok di Indonesia saat ini telah meduduki peringkat pertama di seluruh dunia. `'Risiko terkena penyakit jantung pada perokok pasif pun sama besarnya dengan perokok yang aktif. Karena itu, melakukan pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan dan rutin sangat penting untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung,'' papar Jayaram yang telah berpraktik selama 12 tahun ini.

Deteksi dini juga sangat penting dilakukan pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung. Menurut Jayaram, pada keluarga yang satu orang tuanya mengalami sakit jantung, maka anak-anaknya dua kali lipat berisiko mengalami penyakit yang sama. `'Sedangkan pada anak yang kedua orang tuanya mengalami sakit jantung, maka risiko mengalami penyakit ini meningkat menjadi lima kali,'' lanjut dia.

Cara deteksi dini penyakit jantung adalah dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, memiliki berat badan yang berlebihan, dan adanya diabetes mellitus. Ada berbagai jenis tes yang kerap digunakan untuk mendeteksi penyakit jantung, antara lain treadmill test, exercise echo scan , MIBI scan, Angiogram, dan Coronaris Catherization yang merupakan baku emas pemeriksaan penyakit jantung.


Terapi
`'Bekerja pada perusahaan konstruksi yang mengharuskan saya banyak beraktivitas fisik, dan rajin melakukan pemeriksaan kesehatan ternyata tidak menjamin sepenuhnya saya terbebas dari risiko penyakit jantung,'' ujar Santa Kumah, pria 48 tahun, salah satu pasien penyakit jantung yang belum lama ini mengalami penyumbatan pembuluh darah pada beberapa bagian di jantungnya. Bahkan, salah satu pembuluh telah mengalami penyumbatan hingga 100 persen.

Pria yang sempat aktif sebagai atlet judo nasional ini mengungkapkan, pada awalnya ia merasakan sesak napas, perut kembung, napas tersengal-sengal ketika menaiki tangga, dan rasa takut mandi dengan air panas karena khawatir kekurangan oksigen. `'Saya merasa beruntung karena cepat melakukan pengobatan, sebab bila terlambat akibatnya bisa fatal,'' tuturnya.

Jayaram mengingatkan, masa emas untuk melakukan tindakan terhadap penyakit jantung adalah 90 menit setelah terjadi serangan pertama. Terlambat penanganan akan menyebabkan kerusakan pada jantung bersifat permanen. Terapi yang umum digunakan untuk menangani penyakit jantung adalah terapi medis hanya dengan obat-obatan, Balloon Angioplasty, Coronary By-Pass surgery, dan Stenting.

Pada kasus penyumbatan pembuluh darah yang cukup parah, pasien dapat diberi pertolongan lewat Baloon Angiopalsty dan penggunaan stent . Sebuah kawat tipis (lebih kurang 0,0014 inci) akan dilewatkan pada tempat yang mengalami penyempitan dan balon kecil di ujung lain dari kateter akan digelembungkan untuk melebarkan arteri yang tersumbat.

Setelah arteri melebar, alat bernama stent yang berwujud seperti gulungan kawat atau per akan ditempatkan pada arteri sebagai penyangga untuk mencegah terjadinya penyempitan kembali setelah Angioplasty. Stent dapat dilapisi dengan obat, yang perlahan-lahan akan terlepas untuk mencegah terjadinya penyumbatan kembali.

`'Melakukan tindakan Baloon Angioplasty dan penempatan stent tidak dapat mencegah berulangnya penyakit arteri koroner,'' Jayaram menegaskan. Dengan kata lain, walaupun sudah menjalani terapi tersebut serangan arteri koroner tetap bisa menyerang kembali. Menurutnya, perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat yang wajib diminum setelah penggunaan stent sangat direkomendasikan untuk mengurangi risiko penyakit yang lebih jauh. N ci2


Agar tak Terulang

Untuk mencegah terjadinya penyakit jantung dan berulangnya penyakit jantung setelah dilakukan tindakan Baloon Angioplasty dan pemasangan stent , dr Jayaram Lingamanaicker memberikan beberapa tips, antara lain:

1. Berhenti merokok.
2. Kurangi berat badan dan pertahankan berat badan ideal.
3. Konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayur-mayur, biji-bijian, dan produk susu tanpa lemak atau yang mengandung kadar lemak rendah.
4. Kendalikan dengan baik faktor risiko seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
5. Lakukan konsultasi dengan dokter secara teratur untuk memantau kondisi kesehatan.
6. Lakukan olahraga minimal 25 menit setiap hari. N ci2

sumber :republika.com

1 komentar:

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post