Januari 16, 2009

Melon Sarat Antioksidan dan Menyegarkan


Hmmm, makan sepotong melon di hari yang panas dan gerah memang nikmat plus segar. Kelebihan melon tak hanya terletak pada rasa dan aromanya yang harum, tapi juga pada khasiat sehatnya yang berjubel.

Sebelum tahun 1990-an, melon masih asing bagi orang Indonesia, tetapi kini sudah menjadi buah pencuci mulut yang populer. Buah ini hampir tak pernah absen disuguhkan di tempat-tempat pesta bersama dengan buah pencuci mulut lainnya seperti semangka, pepaya, dan nanas.

Menanjaknya popularitas melon tak hanya terjadi di dunia kuliner, tapi juga di dunia kesehatan. Pamornya semakin meningkat sejak WHO menggolongkan cantaloupe alias melon jingga sebagai salah satu buah tersehat di dunia (world's healthiest foods) karena kandungan antioksidannya yang berlimpah.

Perjalanan panjang melintasi benua

Untuk menyingkap kiprah melon, kita harus menengok ke masa ribuan tahun ke belakang. Buah yang punya nama latin Cucumis melo ini berasal dari Persia atau kawasan Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika.

Dari sana, perjalanan melon berlanjut ke Timur Tengah dan kemudian menyebar ke Eropa. Penduduk Mesir dan Romawi Kuno sudah mengenal melon sejak ribuan tahun yang lalu. Ini terbukti dari adanya catatan tentang tanaman melon di dalam piramida Mesir Kuno yang berusia 2400 SM.

Pada abad ke-14, Christopher Colombus membawa biji melon ke Amerika. Lalu, para penjelajah Spanyol membudidayakan melon secara luas di Colorado, California, dan Texas. Akhirnya melon tersebar ke seluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia.

Kenali variasi jenisnya

Jenis melon yang dijual di pasar dan supermarket memang bervariasi. Menurut kulitnya, melon bisa dibedakan menjadi dua tipe, yaitu melon berkulit jaring (netted melon) dan melon berkulit mulus (winter-melon).

• Melon hijau. Jenis melon yang paling populer di Indonesia, sering disebut melon lokal. Kulit luarnya keras, kasar, dan berurat seperti jala (net). Daging buahnya berwarna hijau pucat dan aromanya harum.

• Cantaloupe. Nama lainnya adalah muskmelon, rockmelon, atau sering disebut melon jingga. Bentuknya mirip dengan melon hijau yang berkulit tebal, keras, dan berurat seperti jala. Bedanya, warna kulit cantaloupe lebih hijau dibanding melon lokal dan daging buahnya berwarna jingga. Cantaloupe mengandung betakaroten yang paling banyak dibandingkan melon jenis lainnya.

• Golden melon. Juga dikenal dengan nama melon mas atau casaba. Kulitnya berwarna kuning muda dengan tekstur halus dan mengkilat. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa yang manis tapi tidak beraroma harum.

• Honeydew melon. Sesuai dengan namanya, melon ini rasanya paling manis dibanding melon lainnya. Melon madu memiliki kulit luar berwarna hijau keputihan dengan tekstur mulus dan mengkilat. Daging buahnya berwarna hijau pucat seperti melon hijau.

Mungkin masih ada yang mengira bahwa semangka alias watermelon tergolong sebagai salah satu jenis melon. Meskipun masih bersaudara dengan melon (sama-sama dari famili cucurbitaceae), semangka merupakan spesies yang berbeda. Buah yang tergolong sebagai melon, memiliki rongga di bagian tengahnya sebagai tempat berkumpulnya biji-biji. Sedangkan biji-biji semangka tersebar merata di seluruh daging buah.

Untuk detoks hingga antikanker

Kesegaran daging buah melon berasal dari kandungan airnya yang sangat tinggi (mencapai 95 persen), karena itu bisa memberikan rasa dingin yang menyejukkan. Tingginya kandungan air memberikan efek diuretik sehingga konsumsi melon bermanfaat untuk memperlancar buang air kecil. Kandungan air ini juga bermanfaat menggelontor dan menetralkan toksin serta bakteri dari dalam tubuh. Karena itu, melon bisa dimanfaatkan dalam terapi detoksifikasi.

Kandungan air dan mineral kalium dalam melon bekerja sama untuk mengeluarkan asam urat dan sisa metabolisme lewat ginjal. Asam urat yang berlebihan di dalam darah dapat membentuk kristal yang jika menumpuk di persendian akan menyebabkan artritis atau radang sendi. Sedangkan sisa metabolisme berupa garam mineral yang menumpuk di saluran kemih akan membentuk batu ginjal. Karena itu konsumsi melon sangat baik untuk penderita artritis dan batu ginjal.

Melon juga bermanfaat bagi kesehatan organ pencernaan. Kandungan air dan mineral pada buah melon bermanfaat untuk mengurangi keasaman lambung yang berlebihan sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita sakit maag atau tukak lambung. Selain itu kandungan seratnya juga membantu mengatasi konstipasi atau sembelit.

Konsumsi melon punya banyak manfaat untuk kesehatan kardiovaskuler. Melon mengandung mineral kalium yang membantu mengontrol tekanan darah, mengatur denyut jantung, mencegah stroke dan menurunkan risiko pembentukan batu ginjal. Melon juga mengandung adenosine, zat antikoagulan yang berperan mencegah penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit jantung dan stroke.

Melon mengandung vitamin C dalam jumlah yang berlimpah. Selain bermanfaat mengobati sariawan, menghaluskan kulit dan meningkatkan imunitas tubuh, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan pelindung tubuh dari serangan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit jantung. Tak hanya itu, daging buah melon yang dijus juga mengandung asam elagat, senyawa fitokimia berefek antioksidan yang ampuh menggempur bibit sel kanker dan membantu menormalkan tekanan darah.



Kandungan gizi per 100 g

Energi 25 kkal
Karbohidrat 8.16 g
Protein 0.84 g
Lemak 0.19 g
Serat 0.9 g
Vitamin C 36.7 mg


Melon jingga lebih kaya antioksidan

Dari semua jenis melon, cantaloupe alias melon jingga dianggap sebagai melon yang paling sehat. Daging buah melon yang berwarna jingga dan merah mengandung betakaroten dan likopen yang berperan sebagai antioksidan dalam jumlah melimpah.

Selain berperan sebagai antioksidan, betakaroten di dalam tubuh kita dapat diubah menjadi vitamin A yang bermanfaat menjaga kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Ophthalmology menunjukkan bahwa konsumsi cantaloupe mampu menurunkan risiko perkembangan katarak hingga 39 persen.

Para perokok dan perokok pasif sangat disarankan untuk mengkonsumsi cantaloupe. Menurut Richard Baybutt, profesor gizi dari Kansas State University, Amerika, benzo(a)pyrene, senyawa karsinogen yang terdapat dalam asap rokok akan menyebabkan defisiensi vitamin A yang mengakibatkan radang paru-paru. Karena itu konsumsi makanan tinggi vitamin A, seperti cantaloupe sangat dianjurkan untuk mencegah radang paru-paru.

Melon jingga juga banyak mengandung vitamin C, mineral kalium, serat, vitamin B3, B6 dan asam folat dalam jumlah melimpah. Kombinasi antara vitamin B kompleks dan serat dalam cantaloupe membantu proses metabolisme karbohidrat dan menjaga keseimbangan kadar gula darah.

Cantaloupe juga mengandung polifenol antioksidan yang bisa diekstrak oleh tubuh menjadi enzim superoxide dismutase (SOD) yang sangat dibutuhkan untuk memelihara kesehatan dinding pembuluh darah dan mencegah serangan jantung.

Melihat deretan panjang khasiat sehat yang dimilikinya, tak berlebihan jika melon terplilih sebagai salah satu buah tersehat di dunia.

Tips, All About Melon

• Pilih melon yang sudah matang, bentuknya bundar, kulitnya bebas dari memar dan retak, beraroma harum serta segar. Jangan memilih melon yang masih ada tangkai buahnya. Tangkai ini akan terlepas sendiri ketika melon sudah masak. Kalau bekas ujung tangkai buah kelihatan dipotong paksa, berarti melon itu sudah dipanen sebelum masak.

• Untuk memperoleh manfaat maksimal antioksidan, pilih melon yang benar-benar matang. Penelitian yang dilakukan di University of Innsbruck, Austria, menunjukkan bahwa buah yang matang sempurna mengalami peningkatan kadar antioksidannya. Bernard Krautler, Ketua penelitian tersebut menyatakan bahwa proses pematangan buah akan menghasilkan NCC (nonfluorescing chlorophyll catabolytes) yang bersifat antioksidan kuat.

• Melon tak akan menjadi lebih manis setelah dipetik dan disimpan, meski teksturnya melunak. Justru kandungan gulanya menurun dengan cepat. Jadi sebaiknya melon dibiarkan saja di pohonnya sampai masak dan berbau harum, baru dipetik ketika hendak dimakan. Melon utuh bisa disimpan selama 2-4 hari jika disimpan di suhu kamar. Akan lebih awet selama 5-10 hari jika disimpan dalam kulkas. Jika sudah dipotong, melon bisa disimpan selama 2-3 hari dalam wadah tertutup di kulkas, dan bisa lebih tahan lama jika dibekukan.

• Melon yang sudah dibelah dua dan disimpan di kulkas sebaiknya jangan dibuang bijinya. Biji-biji ini akan mencegah daging melon mengering.

• Melon matang berbau harum dan tajam, dan aroma ini bisa menyebar ke makanan lain. Melon juga menyerap aroma makanan lain. Karena itu, potongan melon yang disimpan dalam kulkas harus dibungkus rapat dengan plastik pembungkus.

• Cuci melon dengan air hangat bersabun sebelum dipotong untuk menghilangkan kotoran yang menempel di permukaan kulit yang bisa terbawa pisau pemotong ke daging buah.

• Jika suka, Anda bisa menambahkan perasan air jeruk nipis atau lemon untuk meningkatkan rasa dan aroma melon.

sumber cbn



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maen Game Dapet Uang beneran

Play Strategy Game on MarketGlory

Related Post